Lembaga Debat, Hukum dan Konstitusi (LDHK)

  • Latar Belakang Lembaga Debat Hukum Dan Konstitusi (LDHK)   

Dalam perkembangan sejarah kehidupan berbangsa dan bernegara, pemuda memiliki peran yang sangat penting di dalam mencapai tujuan negara yang dicitacitakan. Ini terbukti dalam mencapai proses tujuan kemerdekaan, gebrakan para pemudalah sehingga lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Negara Kesasatuan Republik Indonesia merupakan negara hukum sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Hal ini memberikan penegasan bahwa hukum sebagai landasan tertinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, hukum yang selalu hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara diharapkan selalu dapat dikaji oleh setiap orang khususnya kalangan mahasiswa.

Mahasiswa merupakan bagian dari agen perubahan yang diharapkan dapat mewujudkan cita-cita negara, yaitu masyarakat adil, makmur, sejahtera yang berlandaskan dan diperintahkan oleh hukum. Maka dari itu, diperlukan adanya suatu organisasi mahasiswa sebagai laboratorium bagi mahasiswa hukum untuk melatih jiwa kepemimpinan, keterampilan, dan kemampuan dalam bertindak.

“LEMBAGA DEBAT HUKUM DAN KONSTITUSI” lahir sebagai organisasi mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi, untuk menjawab semua tuntutan tersebut. Sehingga melahirkan kader pemimpin yang menjadi “PEMIKIR KRITIS, PENUTUR SANTUN DAN EKSEKUTOR BIJAK.”

 

  • Sejarah Lembaga Debat Hukum Dan Konstitusi (LDHK)

Lembaga Debat Hukum Dan Konstitusi (LDHK) berdiri karena adanya keresahan dimana belum adanya wadah bagi mahasiswa hukum untuk menyalurkan bakat dan jiwa dalam Kompetisi Debat Hukum maupun Peradilan Semu Mahkamah Konstitusi. Maka pada 28 Oktober 2015 dideklarasikannya Lembaga Debat Hukum dan Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi oleh para Founding Fathers yakni Sirajuddin Raju, S.H.,C.L.A., Adi Alamri, S.H., Nando Mantulangi, S.H., dan Ari Liputo, S.H.

Lembaga Debat Hukum dan Konstitusi bertujuan untuk membentuk Kader yang Berpikir Kritis, Santun dalam Bertutur, dan Bijaksana dalam Bertindak.

Galeri